M.I.A

zarryhendrik:

Ada permata-permata kecil di dalam ingatan. Selalu menyala, memberi ketenangan, sekalipun harus melangkah dengan memejam. Mungkin permata-permata itu memantulkan cahaya dari wajahmu; bayangan yang masih terpelihara di dalam hati.

Menyayangimu seperti mengalir, aku tak pernah menjumpai hilir….

SOMEBODY THAT I USED TO KNOW

[Gotye:]
Now and then I think of
when we were together
Like when you said you
felt so happy you could
die
Told myself that you
were right for me
But felt so lonely in
your company
But that was love and
it’s an ache I still
remember

You can get addicted to
a certain kind of
sadness
Like resignation to the
end, always the end
So when we found that
we could not make
sense
Well you said that we
would still be friends
But I’ll admit that I was
glad it was over

But you didn’t have to
cut me off
Make out like it never
happened and that we
were nothing
And I don’t even need
your love
But you treat me like a
stranger and I feel so
rough
No you didn’t have to
stoop so low
Have your friends
collect your records
and then change your
number
I guess that I don’t need
that though
Now you’re just
somebody that I used to
know

[Kimbra:]
Now and then I think of
all the times you
screwed me over
Part of me believing it
was always something
that I’d done
But I don’t wanna live
that way
Reading into every
word you say
You said that you could
let it go
And I wouldn’t catch
you hung up on
somebody that you
used to know..

Kenapa aku merasa kita jadi kaya kimbra sama gotye ya? :|

BAGAIMANA AKU BISA LUPA

Melupakan itu tak mudah, jika itu kamu.

Bagaimana aku bisa lupa, jika namamu selalu tersebut di tiap doa.
Bagaimana aku bisa lupa, jika tatapanmu yang kulihat ketika aku memejam di awal pejam.

Bagaimana aku bisa lupa, jika suaramu tetap terdengar meski aku di antar bingar.
Bagaimana aku bisa lupa, jika kau selalu mampir di plesir mimpi walau sering kuusir.

Bagaimana aku bisa lupa, jika aku terus bertanya bagaimana tanpa kau sudi menjawabnya.

zennasabrina:

Words by me, photo by Guswib.

zennasabrina:

Words by me, photo by Guswib.

lolitalavietha:

Aku di sini sendiri melamunkanmu, menunggui kepastian semu untuk bersemuka denganmu. Sungguh sebagian dari diriku dengan sadar tahu betul dan memaklumi: bertemu denganmu di hari Sabtu ataupun Minggu adalah hal yang termasuk tidak-tidak itu.

Aku, yang bahkan teman dekatmu tidak tahu. Aku…

Lengkapnya Sepi

Lama tidak dengar kabarmu,bagaimana kamu sekarang?

Semoga kamu dijaganya baik, jangan sampai percuma melepas aku.

Jauh dariku bukan berarti tanpa tertawa.

Meski ia tidak selucu aku, janganlah jatuh air matamu.

Meninggalkan aku sendiri di sini kan seharusnya bukan pilihan untuk bersedih sepanjang hidup.

Semangatlah untuk membuat dirimu mencintainya.

Memang sesekali aku mencoba mencinta dengan mencium, mendobrak pintu hatiku dengan kecupan.

Namun apa mau dikata, malah luka perasaan orang.

Apa cinta yang meledak-ledak menghancurkan hati sendiri?

Sebab setiap bunyi hantaman keras, kudengar bagai namamu.

Beberapa menyukaiku dengan lembutnya, hanya tak sedalam kamu mengenal aku.

Kamu lebih dari masa lalu, seperti pahlawan yang tidak mungkin hanya karena ada luka kecil, dapat terlupakan perjuangannya.

……

dikutip dari dear zarry’s hal 26

Tulisanku hilang nyawa, terbunuh oleh mulut yang tak terkontrol dalam berkata - GS
TIDAK DIMILIKIMU

Seperti embun, yang jatuh dari dedaun, tak tau kemana takdir membawanya berakhir. Entah menyatu pada genangan air, entah pecah menghantam tanah berpasir.

Seperti burung, yang terusir dari sarangnya, berlanjut terbang untuk sekedar limbang. Berkali hinggap untuk berdiri tegap.

Seperti peluru, yang ditembakkan ke segala penjuru, tak pernah tau mana yang akan dituju. Tetap melesat meski sering tak setuju.

Seperti kapas yang diterbangkan angin. Tak bisa kembali meskipun ingin, tak genap mencari meski terlampau yakin.

TIDAK MEMILIKIMU

Seperti teko, yang merelakan isinya dituang untuk sekian cangkir, demi melegakan dahaga sekian banyak bibir.

Seperti cerutu, yang merelakan tembakau, terhisap habis untuk sekedar memuaskan peparumu yang sakau.

Seperti api lilin, yang di paksa mati, ketika lelampu yang lebih terang sudah menyala lagi.

Seperti mimpi, yang dimampatkan nyata, tak perduli betapapun indahnya, harus tetap berakhir jua.

HANYA KARENA AKU SEGAN MEMINTA, LALU KAU ENGGAN MEMBERI

Sayang,
Aku bingung harus mulai darimana agar kau mengerti apa yang tertera di layar asa. Karena Kupikir, kau hanya melihat tanpa berusaha mendekat. Kenapa? Apa kau takut rugi? Apa kau takut rasaku padamu tak sebesar yang kau rasakan padaku?

Sayang,
Hidup itu bukan sekedar menghitung untung dan rugi. Bagaimana orang bisa tulus padamu kalau kau perhitungan begitu?.
Baiklah, sesambil mengusir lelah biarkan aku memutar kembali apa yang telah terjadi.

Aku rindu,
Saat dulu, kau yang begitu antusias ketika kita hendak bertemu, bagaimana kau terlihat kebingungan ingin membawaku kemana karena aku selalu bilang kemana saja asal bersamamu aku suka. Kau tau kenapa aku begitu?
Karena aku tau seleramu, aku tak keberatan juga tak pernah bosan.

Aku rindu,
Kau yang dulu sering menelponku,
Di pagi hari ketika kau mau memejam, mengomeliku karna hal sepele, itulah! Yang membuatku merasa kelebihan perhatian sehingga aku tak perlu meminta.
Aku pernah bilang padamu tentang ini sebelumnya bukan?.

Aku rindu,
Berbagai pesan singkat yang kau berikan padaku, karena khawatir. Atau untuk sekedar memberitahuku bahwa kau sudah bangun. Coba kau ingat sejak kapan kau berhenti melakukannya?
Aku ingat kau pernah bilang padaku begitu bangun dari tidurmu kau akan langsung memberitahuku. Ah! Palsu.
Sudah berapa kali aku kecewa karna hal itu? :(

Entah bagaimana semua telah berubah, tanpa kuminta kau sudah tak lagi melakukannya. Aku menyayangimu, dan itu belum berubah. Meski jarang terucap namun tetap tertancap.
Bagaimana bisa aku menantikan pesanmu ditengah-tengah kesibukan ujian dua hari kemarin. Apa rindu yang tak terucap tak juga membuatmu mengerti? Bebal sekali kepalamu ini.

26/10/2012